Wahana Wisata di Kota Gaplek, Trenggalek #2

Tiap ditanya wisata Trenggalek yang menarik apa aku selalu bingung mau jawab apa. Mau jawab pantai sayangnya kok kaya bosen nyebut pantai Prigi sama Pasir Putih terus, padahal masih banyak banget pantai pantai di Trenggalek yang bagus dan asri. Sebut saja Pantai Blado, Pantai Ngampiran, Pantai Damas, Pantai Pelang, dll, tapi sangat disayangkan akses menuju ke sana cukup seram apalagi untuk wisatawan yang belum terbiasa sama jalan di pegunungan.

Terus kamu kalo main ke mana, Nyil?

Nah wahana favorit aku sama beberapa warga lokal di sini adalah, Rollercoaster Road.

Yap bagi kami warga Trenggalek, jalanan emang wahana. Lihat betapa menukiknya tikungan-tikungan ini. Sudah menukik ditambah dengan tanjakan pula, mantap banget buat main perosotan.
Jaten-jaten.

Dengan model jalan yang seperti ini, sebenarnya sih cukup membantu untuk menghemat bensin terutama untuk kendaraan roda dua. Tinggal matikan mesin di setiap turunan, percaya deh kebutuhan bensin bisa berkurang. Aku juga beberapa kali ngelakuin ini dan yah cukup efektif apalagi aku tinggal di daerah pegunungannya. Biasanya aku matiin mesin dari daerah Pertigaan 17% dan baru nyalain mesin di daerah Sanggar, Suruh. Memang hal ini nggak disarankan dan nggak aman juga, tapi buat yang udah menguasai jalan hal ini bisa jadi nilai plus.
Pertigaan 17%, salah satu rute gerilya Panglima Sudirman
Sanggar Desa Suruh.

Selain itu, kalau malam lewat di daerah dekat pemancar TVRI di Desa Puru dan Desa Wonokerto Kecamatan Suruh, kalian bisa melihat bintang-bintang yang dipancarkan dari lampu di rumah-rumah penduduk, salah satunya rumahku sendiri.  Dari sekitar sini juga, pemuda-pemuda lokal biasanya ngabuburit ataupun jalan-jalan pagi sesudah makan sahur di bulan puasa. Bahkan menghabiskan malam tahun baru dengan melihat pesta kembang api yang diadakan di alun-alun kota, yah daripada harus berjubelan di alun-alun lebih baik ngobrol ngobrol santai di daerah yang disebut Gupit ini.




Sayang sekali aku nggak bisa ngasih footage untuk ini berhubung kamera tidaklah secerdas mata manusia dalam menerjemahkan cahaya, ditambah kamera ponselku yang sangat kentang. But thanks to Google Maps Streetview yang sudah membantuku buat menambah visualisasi di postingan ini.

You Might Also Like

0 comments