Resign?

by - Sunday, June 21, 2020



Sebuah kata yang berkutat di pikiranku selama beberapa bulan terakhir. Sebagai seorang perempuan berusia 21 (saat entri ini ditulis), rasanya kok banyak banget limit yang menghalangi kebebasan dan keliaran imajinasiku dalam melihat masa depan.

Well di usia sekarang sebagian besar temanku sudah memutuskan untuk menikah, beberapa di antara baru saja mendapatkan sertifikat kelulusan di universitas. Sementara beberapa di antaranya masih mendekam di kampus atau berusuha untuk  betah di suatu perusahaan. Dan akupun masih di keadaan 'sementara'.

Aku merasa kaya ada banyak hal yang kudu aku capai sebelum aku menikah, karna siapa yang tau soal masa depan, siapa yang tau berapa lama aku kan hidup dan sebanyak apa tanggunganku di masa mendatang. Aku pengen bekerja more that i've ever done, sehingga aku sudah merasa cukup dengan persiapan tersebut. Dan itu rasanya terlalu pusing kalau disambi dengan pekerjaan 8 to 5 ini.

Resign,

Entah itu pilihan yang tepat atau bukan di saat seperti ini. Atau ini cuma egoku yang merasa terlalu jenuh sama lingkungan dan rutinitas ini dan pengen segera pergi dari zona tidak nyaman ini.


You May Also Like

10 comments

  1. Kalau kamu tidak nyaman, segera keluar dari zona ketidaknyaman kamu, semakin kamu bertahan disitu maka semakin sulit kamu keluar nantinya. Saranku, secepatnya keluar sebelum terjebak berada dizona itu selamanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kemungkinannya begitu, apalagi aku juga gak mau bergantung sama satu pekerjaan tetap kaya orang kebanyakan. makasih sarannya.

      Delete
    2. Iya sama sama. Apa yg buat km ragu ?

      Delete
    3. banyak hal. mulai dari kondisi saat ini, dan kemungkinan-kemungkinan buruk lain yang belum tentu bisa aku atasi.

      Delete
  2. Halo Mbak Rere, kalau boleh saya ikut urun pendapat.
    Saya pernah baca dimana gitu, katanya do what you love, love what you do.
    Memang idealnya kita melakukan apa yang kita sukai, apa yang menjadi minat kita.
    Tapi kalau memang kondisinya belum memungkinkan demikian, pilihan kita adalah mencoba mencintai apa yang sedang kita kerjakan.
    Tetap semangat ya Mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya kalau aku dalam keadaan yang bisa milih tanpa rugi sedikitpun, pasti otomastis bakal do what you love. tapi bener juga, at least i have to love what i'm doing rn. makasih yaaa.

      Delete
  3. Kalau mau resign, harus bener2 dipertimbangkan baik buruknya, dan juga harus udah ada pegangan pekerjaan pengganti. kalau belum tahu harus apa setelahnya nanti malah bingung dan takutnya nyesel, apalagi di era pandemi seperti ini yang lebih susah mencari pekerjaan.. Tapi apapun keputusan kamu, semoga mendapat yang terbaik :)

    -traveler paruh waktu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya keadaan sekarang bener-bener jadi pertimbangan yang bikin pusing, belum yakin juga apakah langkah selanjutnya bakal works atau tidak. Aamiin semoga bisa jadi yang terbaik. Terimakasih.

      Delete
  4. Halo mba Rere, aku gak tau mba masih struggling dengan pertimbanhan resign apa nggak karena aku baru nemu blog mba Rere dan lg iseng blogwalking aja. Apapun keputusannya semoga baik untuk mba ya😊 Do what you love and what's best for you.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo mbak, salam kenal ya. Struggling masih sih mbak, cuma sekarang lebih kaya mengalir aja, toh keadaan sudah mulai 'normal'. Makasih yaa ^^

      Delete