Halodoc, Konsultasi dengan Dokter

by - Saturday, October 17, 2020



Selama kurang lebih 2 minggu ini aku ngerasa pencernaanku nggak sehat. Karna pola makanku tidak teratur dan aku juga terlalu males buat masak sendiri alias aku makan sembarangan. Selama 2 minggu itu pula aku selalu menelan pil obat maag setiap habis makan siang setidaknya untuk mengurangi rasa perih dan nyeri, walaupun rasa perih dan nyeri balik lagi di jam jam ashar.
 
Sampai aku ngerasa sering mual, bahkan aku nggak pernah bisa nyelesaiin makananku karna perutku rasanya udah penuh walaupun baru masuk 1/2 porsi dari yang biasa aku makan. Aku kepikiran, apa mungkin aku kena bulimia? 
 
Karna aku terlalu takut buat ngunjungin klinik dan juga nggak sanggup jalan ke puskesmas terdekat, aku mutusin buat konsultasi di Halodoc. BTW sebelumnya aku juga pernah konsultasi ringan pas masih belum dikenakan biaya alias masih gratis. Pas aku nyoba ini, aku dikenakan biaya 25 ribu per session ( 1 session 30 menit), tapi ada kode promo sehingga kau hanya perlu membayar 10 ribu rupiah saja per session.
 



Setelah masuk aplikasinya, aku langsung pilih konsul dengan dokter umum karna aku nggak yakin sama penyakitku, setelah itu akan ditampilkan katalog dokter yang tersedia, dan aku di suruh memilih satu di antaranya.


Selanjutnya aku diarahkan ke halaman pembayaran lalalala, untuk metode pembayaran sendiri, tersedia melalui transfer beberapa bank, gopay dan saldo di aplikasi. Mungkin kalau ditambah lagi metodenya akan sangat memudahkan untuk transaksi berhubung nggak semuanya pakai dompet elektronik atau bank yang sama. Setelah proses pembayaran berhasil akan langsung diarahkan ke roomchat dengan dokter yang tadi aku pilih. 
 
Di situ aku langsung kasih tau semua keluhanku ke si Dokter dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sekiranya berhubungan dengan penyakitku tersebut. Di akhir dokter tersebut memberikan diagnosanya terhadap keadaanku dan juga memberi resep obat. Resep tersebut tentu saja bisa langsung ditebus via aplikasi, tapi aku memilih buat ke apotek. Obatnya sedikit mahal buat aku, jadi aku pikir mau purchase ukuran yg lebih kecil atau cari alternatif obat yang serupa.

 
BTW ada nggak sih yang lebih suka obat dalam bentuk sirup? Semenjak aku bisa nelen pil, aku udah nggak bisa lagi minum obat sirup. Rasa obatnya tuh kaya ninggal banget di lidah, sedangkan kalau pil kan enak tinggal ditelan bubar jalan. Sumpah aku setengah mati minum obat yang diresepin ini. 
 
Oiya aku nggak kena bulimia, aku saja yang terlalu paranoid. Dari konsultasi di atas, dokter menyebutkan kalau aku diperkirakan menderita maag kronis atau mungkin juga tukak lambung (luka lambung). Hal ini desebabkan karna aku suka banget makan pedas dan juga pola makanku yang tidak teratur.
 
Kesimpulannya, Halodoc cukup membantu dan memberikan solusi untuk orang-orang paranoid yang nggak mau pergi ke dokter karna takut jarum suntik atau keadaan juga nggak memungkinkan untuk pergi ke klinik kesehatan tanpa rencana (apalagi untuk orang kaya aku). Setidaknya dari situ aku bisa tau apakah aku benar-benar perlu ke dokter untuk mendapatkan perawatan lebih atau tidak.

 



You May Also Like

2 comments

  1. Salam kenal kakak, terimakasih atas info nya kak.

    ReplyDelete
  2. Aku juga pernah konsultasi di Halo Doc. Lumayan juga sih karena ga perlu repot ke rumah sakit atau klinik. Biayanya pun cukup terjangkau ya daripada ke rumah sakit. Biaya konsul ke dokternya saja sudah ratusan ribu >.<

    ReplyDelete