Bagaimana Cara Untuk Ikigai?

by - Sunday, December 20, 2020



Semenjak awal tahun topik-topik tentang gaya hidup dan pengembangan diri memang sering banget dibahas. Ditambah dengan gempuran dari virus yang tiba-tiba datang tanpa permisi, orang-orang yang mengurung diri pada menghabiskan waktu untuk membaca atau mendengarkan motivasi. Berusaha merubah dirinya menjadi pribadi yang lebih baik.

Mulai dari minimalism, slow living hingga ikigai mulai menjadi perbincangan yang menarik di media. Mungkin benar yang dibilang Bang Franky di Frodcast, kalau tahun 2019 itu temanya depresi dan mental illness, tahun 2020 itu trendnya self improvement.

Dalam entri ini sih aku lebih ingin menghighlight soal Ikigai. Sebuah prinsip hidup yang diterapkan sebagian orang Jepang dengan harapan bisa hidup lebih bahagia dan berumur panjang, begitu katanya. Sebelumnya aku sudah beberapa kali mendengar influencer mengumandangkan prinsip ini. Mulai dari Aileen Lavendaire hingga Gitasav, pun browsing dari beberapa blogger Indo yang tinggal di Jepang (yang aku lupa namanya). 

Bahkan beberapa hari yang lalu, entah kenapa aku membeli buku yang membahas hal tersebut sewaktu mampir ke toko buku. How to Ikigai? begitu judulnya, buku ini ditulis oleh Taro Hiroshi, penulis yang sempet kukira orang Jepang (jadi kupikir worth kalau dilihat dari sudut pandang orang yang benar benar tinggal di sana). Sesungguhnya isi buku tersebut yang benar benar membahas mengenai ikigai hanya satu dua bab saja. Sisanya yang aku harapkan adalah penerapannya di kehidupan, nyatanya malah berupa tips-tips menjadi seorang pribadi yang minimal dan berusaha menyenangkan orang di sekitar.

Okay, jadi bagaimanakah biar kita bisa mencapai Ikigai? Dari sumber-sumber di atas, mereka menyebutkan kalau Ikigai adalah titik temu antara Passion, Mission, Vocation dan Profession. Di mana passion berarti apa yang kita ingin lakukan, mission merupakan apa yang sedang dibutuhkan orang-orang di sekitar (kalo sekarang sih lebih tepatnya orang orang yang bisa kita jangkau), vocation adalah keahlian kita, serta profession merupakan kegiatan kita lakukan untuk mendapatkan uang. Diharapkan seorang manusia bisa lebih bahagia dan bisa menjalani hidupnya dengan sepenuh hati kalau apa yang dia mengerjakan apa yang dia suka, mendapatkan uang dari sana, dan apa yang dia lakukan tersebut memang dibutuhkan oleh orang-orang sekitar.

Suatu misal begini,
Passion : Ngobrol dan bercerita
Mission : Berbagi dengan orang lain dan  memberikan orang lain semanagat dalam menjalani hidup
Vocation : Public speaking
Profession : Motivator 
Mungkin motivator bisa jadi salah satu profesi yang cocok. Yang namanya passion mungkin gak cuma satu, mungkin bisa banyak, coba saja dibreakdown untuk dapetin titik temunya. 

Kalau masih kesulitan dengan apa yang sebenernya mau kalian lakukan dan apa manfaatnya, its okay tho, aku juga masih di titik yang sama.

Semalam sebelum artikel ini mulai kutulis, aku pun mencoba membreakdown apa ikigai buatku. Tapi kemudian berakhir aku malah ngamuk-ngamuk sendiri karna aku merasa nothing to do, nowhere to go and no one to guide. 

Sama persis dengan perasaanku sewaktu akhir sekolah hingga lulus. Di mana sebenarnya kalau dibilang nowhere to go sih enggak nowhere nowhere banget, alias masih ada sesuatu yang ingin aku capai. Selalu ada tapi adanya hanya di angan-angan hahahaha.

Menyambung postingan sebelumnya, mungkin akibat aku sedang lost aja jadi sedikit kebingungan buat menentukan arah dan sedikit ragu untuk menetapkan. Atau mungkin karna aku gagal menemukan jalan ke sana di usiaku yang sekarang jadi aku merasa, ah sudahlah.

Apakah yang aku lakukan sekarang sudah termasuk ikigai? Mungkin saja. 

How about you all? Apakah kalian tertarik menemukan ikigai buat kalian sendiri? Atau kalau sudah ketemu, apakah yang kalian lakukan sekarang sudah bisa disebut ikigai?

You May Also Like

6 comments

  1. Dari awal terkenalnya istilah Ikigai, aku tertarik untuk mengetahui tapi belum pernah eksplor lebih lanjut >.< Beruntung sekali membaca tulisan ini, semacam summary dari buku Ikigai nih hahaha.
    Kalau dipikir-pikir, aku masih belum menemukan Ikigaiku. Aku masih bingung passionku dimana dan skill apa yang aku punyai huhuhu quarter life crisis banget, nggak sih? ๐Ÿ˜ญ
    Semoga apa yang Rere alami sekarang, benar-benar udah dalam Ikigainya Rere ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kita kayanya lagi di usia usia serba bingung, semoga kamu juga cepat dapet pencerahan biar lebih bisa menikmati hidup.
      Thankyou ^^

      Delete
  2. Sampai saat ini aku sendiri belum menemukan apa ikigaiku, mbak Rere๐Ÿ˜… aku sih percayanya karena masih sedang berproses. Jadi sejauh ini hanya passion dan mission yg bisa aku jalankan. Entah nanti passion tersebut bisa menghasilkan atau nggak, no idea๐Ÿ˜‚ yang pasti untuk saat ini ingin bisa menyelesaikan beberapa tanggungjawab yang perlu diselesaikan. Setelahnya belajar lagi sendiri sampai benar-benar mendapatkan profesi yang sesuai.

    ReplyDelete
    Replies
    1. We still have time to grow up no matter what, dijalani aja dulu apa yang ada di depan pasti there is a way kan ya.
      Lagipula kalau memang enjoy dan bisa, ngelakuin semuanya dengan terpisah dan beriringan juga nggak masalah kan. Anyway semangat buat kita semua hahaha ^^

      Delete
  3. Jujur aja aku baru tau istilah Ikigai ini. Tapi dari penjabarannya diatas aku udah ngerti dan alhamdulillahnya mungkin bisa dibilang 85% udah nemuin Ikigaiku, yaitu Web Design. Meski background bukan IT, tapi udah mulai belajar coding. Udah dapet beberapa klien juga dari usaha yang kecelakaan ini. Kenapa aku bilang kecelakaan, karena cuman berawal bantuin temen untuk perbaiki blog, eh lama-kelamaan ternyata banyak yang pengen di make overin blognya. Semoga Mba Rere segera menemukan Ikigainya aamiin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah mbak kalau ngelakuin apa yg kita seneng dan bisa jadi sumber penghasilan juga.
      Aamiin makasih yaaa ^^

      Delete